7 Alasan Game Football Manager Bikin Candu Para Pesepakbola Ternama

7 Alasan Game Football Manager Bikin Candu Para Pesepakbola Ternama

Bagi anda menyuka Game sepak bola tentu kenal dengan game Football Manger (FM). Game berbasis simulasi taktikal sepak bola. Game ini sudah ada semenjak tahun 90-an.

Dengan bermain FM, seolah-olah anda menjadi manajer klub sepak bola dan bisa mengatur transfer dan finansial klub. Apalagi FM juga menggunakan data real dari pesepak bola dunia.

Selainitu apa yang membuat Game Bola Android FM dicintai banyak orang? Termasuk pelatih dan pesepak bola dunia? Berikut 7 alasannya.

1.Cocok dijadikan bahan diskusi
Bek kiri asal Italia yang bermain untuk Chelsea, Emerson Palmieri menyatakan senang bermain Football Manager karena bisa dijadikan bahan diskusi bersama rekan-rekan satu timnya. Melalui laman sah Football Manager, Emerson sering mendiskusikan banyak hal seputar FM, termasuk taktik, transfer, dan segala persiapan untuk menciptakan klubnya menjadi yang terbaik.

Lebih-lebih dia juga berkomitmen untuk memainkan FM untuk selama-lamanya karena sudah terlanjur jatuh cinta dengan game tersebut. Emerson benar-benar merasakan waktunya untuk bermain FM dengan teman-temannya.

2. Mendatangkan tantangan
Di samping itu, Football Manager juga terkenal sebagai game yang menantang. Maka dari itu ketika sedang ada waktu luang, banyak orang yang memilih untuk bermain FM karena mereka merasa tertantang, termasuk Emerson. Menurutnya, game ini terasa sangat real sehingga seolah-olah sama seperti kondisi sepak bola di dunia nyata.

Bagaimana tidak, setiap atribut yang dicantumkan kepada semua pemain bola di dalam game ini memang cukup akurat. Kelihatannya FM meneliti semua itu dengan seksama sehingga menghindari potensi protes berupa:

3. Bikin nagih
Striker Wolverhampton, Diogo Jota tidak mau kalah dalam menyalurkan pengalamannya mengapa dirinya begitu menyukai FM. Untuk Jota, Football Manager dapat membuatnya ketagihan. Ketika target seperti kemenangan atau menjuarai trofi di dalam game belum tercapai, Jota tidak akan berhenti bermain hingga apa yang dia ingin di dalam FM tercapai.

Contohnya adalah saat Jota menukangi klub masa kecilnya yang memiliki nama Gondomar di FM. Sebagai informasi, Gondomar sedang di divisi 3 Portugal saat Jota memainkannya. Namun, sebab Jota memiliki kemauan yang kuat, akhirnya dia membuat Gondomar menjadi di antara klub terbaik di Eropa.

4. Memberi banyak pelajaran
Sebagai seorang pesepak bola yang ingin menjadi manajer klub bola di masa depan, Jota berpesan untuk semua pemain bola supaya bermain Football Manager. Pasalnya, FM adalah Game Bola yang sangat bagus karena memiliki begitu banyak macam fitur untuk melatih anda menjadi seorang manajer.

Kamu akan menata sendiri pemain mana yang hendak kamu pantau untuk dibeli hingga menunjuk orang-orang yang akan melakukan tendangan bebas dalam pertandingan. Apalagi pemain bola sering melakukan perjalanan jauh untuk bertanding, mereka dapat menghabiskan waktu dengan bermain FM sambil belajar.

5. Bebas membongkar klub
Seorang manajer bola bebas untuk mengelola klubnya sesuka hati. Apalagi di Football Manager, anda makin bebas dalam membuat klub khayalan tersendiri, lihat saja penyerang Barcelona, Antoine Griezmann. Talksport melaporkan bila Griezmann menjadi seorang manajer di klub Arsenal dalam game FM.

Usut punya usut, Griezmann merombak mati-matian squad Arsenal. Banyak pemain yang didatangkan oleh pemain asal Perancis ini, mulai dari Leon Bailey, Hirving Lozano, Joao Felix, Frenkie de Jong, Bruno Fernandes, sampai Matthijs de Ligt. Griezmann benar-benar leluasa dalam menyulap Arsenal menjadi klub impiannya. Sebelumnya, di tahun 2016 Griezmann juga pernah kedapatan sedang bermain FM memakai Chelsea.

6. Seseorang yang tidak suka bola juga bisa ketagihan
Mengutip Bleacher Report, Cleon Hobson sebagai orang yang digadang-gadang menjadi pemain FM terbaik di dunia menyatakan bahwa dirinya tidak punya ketertarikan sepak bola sama sekali. Dari kecil Hobson bermunculan di family yang menyukai olahraga boxing alih-alih sepak bola. Namun dirinya mengolah tradisi itu.

Meskipun Hobson tidak memahami sepak bola, namun dia sering kali belajar untuk menyimak hal rinci sekecil apapun yang ada di dalam Football Manager. Dari situ dia mulai mengetahui seluk-beluk permainan, walaupun memerlukan waktu lama untuk mengetahui FM sepenuhnya. Saat Hobson gagal, dia sering kali ketagihan untuk mencoba berulang-ulang sehingga sekarang menjadi salah satu pemain FM terbaik di dunia.

7. Harus merancang semuanya untuk meraih kemenangan
Untuk memenangkan pertandingan di Football Manager, anda harus memaksimalkan segala persiapan sebelum masuk ke stadion. Mantan bek Manchester City, Eliaquim Mangala berbicara kamu harus terus mengontrol latihan, memperhatikan moral setiap pemain, serta mempelajari gaya bermain lawan bila ingin menang.

Agak ribet memang karena anda harus memfokuskan perhatian ke banyak hal sebagai seorang manajer. Namun, usahakanlah saran dari Mangala itu. Buktinya dia selalu bisa membawa klub apapun menjadi juara Eropa di dalam FM.

Nah, sepertinya cukup layak ya FM jadi game legendaris. Kamu suka juga gak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *