Bonsai Makin Digemari di Masa Pandemi

Merawat bonsai adalah sebuah budaya berasal dari Negara Cina dan Jepang. Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, kini budaya menjaga bonsai ini, jadi digemari masyarakat Indonesia.

Ketua Pembina Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Provinsi Sumbar, Rahmad Wartira mengungkapkan, aliran pertama bonsai ini di Cina. Di negri tirai bambu itu, bongsai awalnya pekerjaan mengirimkan bahan herbal oleh tabib ke area lain.

Pengiriman bahan herbal ini gunakan pot. Jadi bonsai merupakan tanaman kerdil di pot yang mempunyai tujuan sehingga bahan herbal selamanya terjaga kesegarannya.


Sementara aliran kedua di Negara Jepang. Di mana Jepang merupakan negara yang daerahnya terlalu sempit. Dengan lahan yang terbatas, untuk menikmati pohon yang berpenampilan sudah tua bersama ukuran besar pasti tidak memungkinkan. Karena itu, tanaman selanjutnya ditampilkan di dalam pot. Pohon tua di dalam pot selanjutnya menjadi indah melalui kemampuan botani dan seni pemiliknya.

Bonsai yang indah dan mempunyai nilai seni, menurut Rahmad Wartira, mempunyai unsur tanaman yang lengkap. Yakni, tersedia akarnya, cabangnya, dahannya, rantingnya, bunganya hingga buahnya. Termasuk juga keselarasan bersama pot yang digunakan. “Penilaian keindahannya juga terkandung pada ukuran akar, cabang dahan dan ranting yang dimiliki,” ujar Rahmad Wartira.


Di Negara Indonesia sementara ini, justru lahir seniman bersama tanaman bonsai yang mumpuni dan go publik. Kondisi ini didukung bahan-bahan bonsai tersedia di Indonesia lumayan baik, sehingga bonsai cepat berkembang. “Contohnya tanaman beringin yang mampu hidup di cuaca manapun dan suhu apa pun. Dari sinilah kami jadikan bonsai menjadi punya kita,” ungkapnya.

Perkembangan ini, dibuktikan bersama banyaknya style tanaman bonsai baru yang mampu dikembangkan di beragam daerah. Seperti tersedia style tanaman bonsai legundi. Tanaman bongsai ini, menurut seorang penggita bonsai di Kota Padang, Eko, banyak diikutkan pada pameran bonsai bali di area ini.

Juga tersedia bonsai kingkit, kinoki, cemara, lohangsung, ekor naga, seribu bintang mikro, kawista, tinputri, sisir, kimeng dan lainnya.


Di era pandemi Covid-19 sementara ini, hobi menjaga bonsai dilirik masyarakat. Karena menjaga bonsai mampu memberikan ketenangan sementara bersama berdiam diri di tempat tinggal (stay at home) untuk menghindar penyebaran Covid-19.

Melalui berbonsai, kami menyendiri di rumah, jaga jarak bersama orang lain dan tidak menyibukkan orang lain. Dengan bonsai kami menyalurkan imajinasi bersama tidak melanggar protokol kesehatan,” ungkapnya.

Ketua PPBI Cabang Padang, Abdul Malik mengatakan, diam di tempat tinggal sepanjang pandemi Covid-19 pasti terlalu membosankan. Namun, bagi yang hobi bonsai mampu menggunakan sementara berjam-jam di rumah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *