Cara Untuk Membuat Pakan Kambing Sendiri

cara membuat pakan kambing sendiri

Dalam menjalankan budidaya kambing terlebih pada bisnis penggemukan kambing, faktor terpenting yang membuat keberhasilan budidaya tersebut adalah cara membuat pakan kambing sendiri yang baik. Jika pemberian pakan baik, akan membuat kambing-kambing peliharaan menjadi sehat dan memiliki bobot tubuh sesuai yang diinginkan. Terlebih, usaha yang Anda jalankan adalah budidaya penggemukan kambing.

Pangsa pasar kambing sangatlah besar. Bahkan, permintaan pasar akan daging kambing juga semakin tinggi dari tahun ke tahun tanpa dapat lagi dengan mudah diimbangi oleh suplai yang benar-benar memadai. Oleh karena itu, tidak perlu heran jika harga setiap kilogram daging kambing melesat dari tahun ke tahun. Dengan demikian, jika peternakan kambing menjadi pilihan bisnis, tidak perlu khawatir hasil ternak Anda tidak akan laku terjual.

Berikut ini adalah cara membuat pakan kambing sendiri:

Cara Membuat Pakan Kambing Sendiri

cara membuat pakan kambing sendiri

1. Menggunakan Dedak


Salah satu pakan alternatif kambing adalah dedak. Dedak dapat digunakan sebagai pengganti rumput. Tidak hanya itu, dedak juga digunakan oleh para pemilik kolam lele untuk dicampurkan dengan pakan lainnya.
membuat pakan ini hanya dengan mencampurkan dedak dengan air sehingga menjadi berbentuk seperti bubur. Sebagai informasi, dedak dipilih menjadi bahan pakan alternatif karena harganya sangat terjangkau.

2. Pakan konsentrat


Pakan alternatif kambing ini dapat dibuat dengan bahan-bahan yang cukup mudah. Konsentrat merupakan pakan penguat yang terdiri dari bahan-bahan yang kaya akan karbohidrat dan protein. Bahan-bahannya adalah dedak padi, jagung kuning dan bungkil-bungkilan.
Untuk cara pembuatannya, Dedak halus sebesar 75%, jagung kuning yang sudah digiling 6%, bungkil kedelai 3%, bungkil kelapa 10% dansisanya adalah campuran tambahan kalsium dan garam dapur sebesar 6%.
Setelah itu harus dicampur dengan rata, dan diberikan langsung kepada ternak. Jadi, konsentrat ini aman untuk persediaan pakan di kala musim kemarau. Dengan pakan konsentrat ini, diharabkan setidaknya berat ternak bisa meningkat secara lebih signifikan.

3 . Pakan fermentasi daun singkong

  1. Daun singkong dan batang yang masih muda dicacah dengan menggunakan choper dengan ukuran 1-3 cm, jika tidak ada choper dapat menggunakan parang. Tujuan pencacahan adalah untuk mengecilkan ukuran bahan sehingga akan meminimalkan rongga udara ketika proses pembuatan silase.  Suasana anaerob dapat tercapai dengan minimalnya rongga udara.
  2. Masukkan cacahan daun singkong ke dalam kantong plastik. Ketika memasukkan daun singkong, ditekan-tekan sampai rongga udara seminimal mungkin. Adanya rongga udara akan mengurangi kualitas silase yang dihasilkan.
  3. Kantong plastik jangan sampai bocor. Jika bocor akan menyebabkan kualitas silase jelek dan bahkan akan terjadinya kegagalan proses silase. Pada bagian pastik yang bocor akan timbul jamur, belatung dan silase akan menngumpal, berlendir dan berbau tidak enak.
  4. Ikat plastik rapat-rapat. Simpan di tempat yang ternaungi yang terlindung dari panas dan hujan.
  5. Setelah 7 hari silase dapat diberikan kepada ternak. Silase dapat disimpan sampai 6 bulan dalam keadaan tertutup rapat.

2 . Pakan Fermentasi Jerami padi

Beberapa peternak sudah menerapkan pakan kambing fermentasi dari jerami. Bahkan, jerami bisa untuk kambing etawa.

Bahan yang digunakan adalah jerami padi, starter fermentasi dan urea.[2]

Starter yang dipakai adalah probion, starbio atau merk lain yang dibuat dari rumen sapi.

Untuk membuat fermentasi jerami padi dengan probion ini takarannya adalah sebagai berikut.

1 ton jerami padi butuh 2,5 kg probion dan 2,5 kg urea. Kalau jeraminya 5 ton, maka probionnya butuh 12,5 kg dan ureanya juga 12,5 kg.

Langkah pembuatan fermentasinya adalah seperti ini.

1 . Lakukan pembuatan fermentasi jerami padi ini di tempat yang teduh. Terhindar dari sinar matahari dan hujan secara langsung. Hal ini karena sinar matahari dapat membunuh bakterinya.

2 . Supaya pencampuran antara probion, urea dan jerami padi bisa merata, pencampuran dibuat menjadi beberapa lapis.

3 . Lapisan pertama hamparkan jerami sampai ketinggian kira – kira 20 cm. Mengenai panjang dan lebarnya, menyesuaikan dengan lahan yang dimiliki.

Kemudian lapisan tersebut ditaburi dengan probion dan urea secara merata.

Jumlahnya diperkiran. Kira – kira, mau dibuat berapa lapis? Kalau 1 ton jerami dibuat menjadi 10 lapisan, maka tiap lapisan ditaburi probion 250 gram dan urea 250 gram.

4 . Ulangi langkah ke tiga di atas, sampai bahan jerami padinya habis.

5 . Setelah jerami tertumpuk semua, biarkan selama 3 minggu atau 21 hari.

6 . Setelah 3 minggu, jemur jerami padi sampai kering. Kandungan air sekitar 10 – 15 %. Setelah kering, simpan dan bisa dipakai.

Baca juga: Mesin Pencacah Rumput Multi Fungsi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *