Penjelasan Hadist “Tuntutlah Ilmu Sampai Ke Negri Cina”

Penjelasan Hadist "Tuntutlah Ilmu Sampai Ke Negri Cina"

Masyarakat kita sudah sangat familiar dengan hadist (padahal ini hadist dhoif) yang mengatakan tuntutlah ilmu sampai ke negri cina, ternyata ini adalah hadist lemah atau dhoif, yang dahulu kita anggap ini adalah hadist yang benar datangnya dari Nabi Muhammad Sallalahu Alaihi Wassalam.

Ternyata sekarang dengan banyaknya kajian tentang ilmu diketahui dari penjelasan para ustadz yang ustadz tersebut juga dari ulama lainnya mengatakan bahwa hadist ini tidak bisa di pakai, kenapa tidak bisa di pakai?, jawabannya di bawah ini.

Jangan lupa baca doa belajar sebelum melanjutkan membaca artikel ini, kebiasaan kecil membaca doa sebelum belajar walaupun hanya membaca artikel ini adalah sangat baik dan perlu untuk dibiasakan.

Hadist Ini Dhoif

Bahkan ada ulama yang mengatakan hadist ini adalah hadist palsu, yang mengatakan demikian adalah Ibnu Jauzi Rahimahullah dan ibnu hibban rahimahullah menilai hadist ini hadist lemah, karena di dapati banyak perawi yang tidak terpercaya, dan ada yang di kenal sebagai pendusta, maka kita simpulkan hadist menuntut ilmu sampai ke negri china adalah dhoif.

Karena sudah banyak ulama yang membahas tentang hadist ini dan derajatnya adalah dhoif, walaupun ada beberapa ulama yang mengatakan ada perawi yang bisa di percaya, tapi dalam ilmu hadist persangkaan jelek harus di dahulukan dari pesangkaan baik.

Kalau Hadist Ini Hasan

Kalau misalkan hadist ini memang hasan, maka hadist ini bukan menunjukan tentang kemuliaan dari negri china tersebut, karena saat ini ketika melihat perekonomian dan kemajuan dari negri china ada yang mengatakan bahwa negri china adalah negri mulia yang patut kita contoh karena terdapat di dalam hadist Nabi, padahal tidak demikian.

Kalaulah memang hadist ini hasan dan bisa kita pakai maka yang benar adalah, hadist ini tentang motivasi kita dalam menuntut ilmu, dikatakan negri china, karena saat itu kemajuan tidak semodern seperti sekarang dan masyarakat dahulu menganggap bahwa negri china adalah negri yang jauh.

Sehingga untuk memotivasi kita belajar ilmu di ibaratkan dengan menuntut ke negri china. dan inilah kemuliaan dan keutamaan ilmu, karena ilmu ini adalah penting dan sangat di butuhkan oleh kita seorang muslim maka di buatlah perumpamaan tersebut.

Hadist Pentingnya Ilmu Agama

Sudah mahfum kita mengetahui tentang pentingnya ilmu agama dalam kehidupan beragama kita, karena dengan ilmu inilah kita bisa mengamalkan agama secara sempurna seperti yang di contohkan oleh baginda Nabi Sallalahu Alaihi Wassalam, dan banyak hadist tentang menuntut ilmu yang menerangkan masalah ini.

Disamping hadist tentang wajibnya kita menuntut ilmu, ternyata banyak lagi hadist yang menerangkan tentang keutamaan dan pahala bagi orang yang menuntut ilmu agama, hadist hadist tentang menuntut ilmu ini selaras dengan motivasi dari hadist dhoif yang mengatakan tuntutlah ilmu sampai ke negri china.

Kesimpulan Tentang Hadist Tuntutlah Ilmu Sampai Ke Negri China

  • Hadist ini adalah hadist dhoif
  • Jika pun hasan dan bisa di gunakan,maka ini bukan menandakan kemuliaan dari negri china.
  • Perumpamaan ini tidak lain adalah sebagai motivasi untuk kita dalam menuntut ilmu.
  • Tuntutlah ilmu dan raihlah keutamaannya karena banyak hadist shahih yang menerangkan tentang wajibnya dan keutamaannya penuntut ilmu

Baca artikel yang bermanfaat lainnya yaitu tentang Rajin Sholat Tahajud Tapi Sholat Wajib di Lalaikan.

5 Manfaat Zakat yang Perlu Diketahui Muslim

Gak terasa ya, sebentar lagi Lebaran datang. Nah, menjelang Lebaran umat Islam harus membayar zakat fitrah. Zakat fitrah dikeluarkan setahun sekali ialah dikala bulan Ramadan. Batasan waktu pembayaran zakat fitrah ialah sampai pagi hari saat sebelum salat Idul Fitri. Apa saja khasiat zakat?

Buat zakat fitrah, umat Islam membayar dalam wujud santapan pokok. Mengingat santapan pokok di Indonesia merupakan beras, hingga tiap orang harus membayar zakat fitrah berbentuk 3, 5 liter ataupun 2, 5 kilogram beras ataupun dalam wujud duit yang nilainya sama.

Dari segi sebutan, zakat merupakan dimensi harta tertentu yang harus dikeluarkan kepada orang yang memerlukan ataupun yang berhak menerima dengan sebagian ketentuan cocok dengan syariat Islam. Secara universal, zakat terdapat 2 tipe ialah zakat fitrah serta zakat maal. Masing- masing tipe berbeda sistem serta peruntukannya, namun tujuannya sama ialah buat mensejahterakan umat.

Zakat tidak hanya mempunyai khasiat untuk yang menerima( mustahiq), namun pula berguna untuk yang membagikan zakat( muzaki). Apa saja? Cek pembahasan berikut ini:

1. Mensterilkan harta serta jiwa

Pada harta yang kita miliki, sejatinya ada hak- hak orang lain di dalamnya. Dengan menghasilkan sebagian harta yang kita miliki buat kalangan yang berhak, pastinya hendak mensucikan harta kita. Sehabis menunaikan zakat, perasaan seorang pula hendak lebih lega serta hati lebih tenang sebab salah satu kewajiban telah dilaksanakan.

Baca Juga: Jenis Makanan Penyebab Keluhan Puasa

2. Sarana pengendalian diri

Zakat hendak menolong kita buat mengekang kemauan serta kecintaan pada harta. Zakat pula bisa membuat kita mengintrospeksi serta mengatur diri dan menyesuikan diri buat mensyukuri nikmat dari Allah.

Jadi, dibanding memakai duit buat kebutuhan konsumtif, hendak lebih baik jika digunakan buat kebaikan. Dengan menunaikan zakat, tidak hanya memperoleh pahala pula hati jadi lebih tenang.

3. Mengelola uang

Dengan menunaikan zakat, kita hendak terbiasa mengendalikan keuangan. Sebab kita hendak menghitung anggaran keuangan yang diperlukan. Dengan begitu, hendak membuat kita senantiasa menyisihkan duit di dini. Kita pula hendak lebih bijak dalam memakai harta yang dipunyai.

Baca Juga: Makna Kalimat Syahadat

4. Mengurangi pajak penghasilan

Bagi Undang- Undang No 23 tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, zakat dapat kurangi Pemasukan Kena Pajak( PKP). Sebab zakat sendiri ialah bukan tercantum objek pajak, sehingga membayar zakat dapat kurangi PKP.

Latar balik dari pengurangan ini dipaparkan dalam uraian Pasal 14 ayat( 3) UU 38/ 1999 kalau pengurangan zakat dari laba/ pemasukan sisa kena pajak merupakan dimaksudkan supaya harus pajak tidak terserang beban ganda, ialah kewajiban membayar zakat serta pajak. Syarat ini masih diatur dalam UU yang terkini ialah dalam Pasal 22 UU 23/ 2011:

“ Zakat yang dibayarkan oleh muzaki kepada BAZNAS ataupun LAZ dikurangkan dari pemasukan kena pajak.”

Mekanisme zakat bagaikan pengurang pajak dapat diawali dengan metode mencantumkan jumlah zakat yang dibayarkan pada kolom di dasar pemasukan bruto. Lampirkan pula fakta penyetoran zakat, baik itu dari BAZNAS tingkatan nasional, provinsi, kota ataupun kabupaten, ataupun dari LAZ yang terintegrasi dengan laporan SPT muzaki.

Untuk orang yang membayar zakat serta pajak dengan metode dipotong oleh lembaga ataupun industri tempatnya bekerja, hingga zakatnya dimasukkan pada pengurangan pemasukan bruto.

Walaupun regulasi ini telah diberlakukan semenjak tahun 2001 silam, masih banyak warga yang belum menggunakan sarana pengurangan jumlah pajak tersebut.

Baca Juga: Niat Zakat Fitrah

5. Sarana pemerataan keadilan sosial

Tidak hanya menemukan pahala, dalam Islam dianjurkan kalau salah satu khasiat zakat merupakan memperpendek jurang antara sang kaya serta sang miskin. Dalam dunia modern, perihal itu diucap rasio ini( ini ratio). Rasio ini pula jadi tolak ukur kemajuan ekonomi sesuatu negeri.

Mengelola zakat dengan membagikan sebagian harta yang kita memiliki kepada orang- orang yang memerlukan bisa menolong pemerintah buat kurangi kemiskinan. Walaupun dengan berzakat secara raga seorang membagikan hartanya buat orang lain, namun pada hakikatnya harta itu tidak lenyap ataupun menurun. Harta itu hendak berkembang jadi kebaikan serta rezeki sang pemberi juga pula hendak meningkat sebab keikhlasannya.

Gimana? Kalian telah menunaikan zakat? Kalian dapat membayar lewat tubuh/ lembaga penerima zakat yang formal serta dibangun ataupun disahkan oleh pemerintah antara lain BAZNAS, Rumah Zakat, serta Dompet Dhuafa.

Makna Dua Kalimat Syahadat (Syahadatain)

Sebagai rukun islam yang pertama yaitu membaca dua kalimat syahadat, Surga disiapkan Allah bagi orang yang beriman, beramal sholeh, dan selalu tunduk patuh kepadaNya. Keimanan diawali dengan mengucapkan dua kalimat syahadat secara lisan. Kunci surga bagi setiap manusia. Kalimat syahadat terdiri dari dua kalimat, yaitu:

  ا شهد أن لا إله إلا اﷲ .1

Asyhadu an-laa ilaaha illallaah, yang artinya “saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah”. 

 و اشهد أن محمد ر سو ل اﷲ .2

Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah, yang artinya “dan saya bersaksi bahwa Nabi muhammad adalah utusan Allah”. 

Dalam ajaran Islam, syarat sahnya keimanan seseorang adalah diikrarkan dengan lisan, dibenarkan dalam hati, dan diamalkan dengan perbuatan seluruh anggota tubuh.

Sebagaimana penjelasan Imam Hasan Al Bashri, “Sesungguhnya iman bukanlah angan-angan atau pengakuan semata, namun iman adalah keyakinan yang tertancap dalam hati dan dibuktikan dengan amalan-amalan”. Di sinilah pentingnya syahadat. Jangan hanya sebatas ucapan di lisan, namun hati dan seluruh tubuh juga harus mengikutinya dengan keyakinan dan perbuatan.

Syahadat Tauhid 

Kalimat pertama, Asyhadu an-laa ilaaha illallaah, disebut juga dengan syahadat tauhid. Kalimat ini merupakan inti dari agama Islam. Tauhid atau pengakuan terhadap keesaan Allah, menjadi dasar dalam setiap perilaku orang muslim yang beriman. Tauhid tercermin dalam pandangan, cara hidup, serta peradaban umat muslim.

Dengan tauhid yang tertanam di dalam hati, manusia akan menjadi insan yang baik, sesuai tuntunan Rabb-Nya. Tauhid yang baik juga akan membuat manusia terjaga dari perbuatan buruk yang dilarang oleh Allah.

Misalnya terhindar dari sikap sombong yang melebihkan diri sendiri dan meniadakan peran Allah, hingga sikap rakus yang timbul akibat terlalu mencintai dunia. 

Melafalkan syahadat tauhid juga berarti mengakui sifat Allah sebagai Dzat yang menciptakan alam semesta (rububiyah), serta merupakan Dzat satu-satunya yang berhak disembah dan menjadi satu-satunya tempat memohon pertolongan (uluhiyah). 

Syahadat Rasul 

Lafal yang berbunyi, Wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullaah, ini dimaknai sebagai kesaksian atas kerasulan Nabi Muhammad SAW. Beliau merupakan rasul dan nabi terakhir, sehingga tidak ada lagi utusan Allah setelahnya. Pengakuan bahwa Nabi Muhammad adalah rasul terakhir berarti meyakini bahwa kehadiran Rasulullah Muhammad SAW untuk melengkapi dan menyempurnakan tugas kerasulan dari utusan Tuhan sebelumnya. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al Maidah ayat 48, “Dan Kami telah mewahyukan kepadamu al-Qur’ân dengan membawa kebenaran (al-haq), membenarkan Kitab-Kitab yang sebelumnya dan yang menjaganya (dari perubahan-perubahan)”.

Dengan syahadat Rasulullah, seseorang hendaknya bersedia mengikuti semua ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Syahadat Rasul juga berarti bahwa Rasulullah tidak perlu diperlakukan berlebihan hingga diibadahi. Karena Rasulullah adalah utusan Allah, bukan Tuhan. Di samping itu, timbul juga pengakuan bahwa tidak menganggap remeh kehadiran dan peran Nabi Muhammad SAW.

Makna Dua Kalimat Syahadat 

Makna dua kalimat syahadat adalah meyakini bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Allah, dan meyakini bahwa Nabi Muhammad adalah utusanNya merupakan makna dari dua kalimat syahadat.

Dua kalimat syahadat menjadi akar bagi keimanan seseorang. Keimanan seseorang akan diakui jika telah diucapkan dengan lisan, diyakini dalam hati, dan dibuktikan dengan amal perbuatan.  

Penentu Diterimanya Amal

https://almuawanah.com/

Dua kalimat syahadatain tersebut juga menjadi penentu diterima atau tidaknya amalan seseorang. Amalan hanya akan diterima jika dilakukan hanya karena Allah, dan dikerjakan sesuai petunjuk Nabi Muhammad sebagai Rasul Allah. Hal tersebut hanya bisa dikerjakan bagi mereka yang di dalam hatinya tertanam syahadat yang benar.

Syahadat Tauhid akan membuat seseorang yakin bahwa tidak ada yang berhak disembah dan menerima ibadahnya kecuali Alah. Sedangkan Syahadat Rasul tercermin dari kesediaan seseorang untuk beribadah sesuai tuntunan Rasulullah Muhammad SAW.  

Kesediaan untuk Patuh kepada Allah

Kalimat syahadatain juga memiliki makna tentang kesediaan untuk patuh kepada Allah. Seseorang yang telah beriman, mengucapkan dua kalimat syahadat dan meyakininya, harus menunjukkannya dengan amal perbuatan. Ia akan patuh dengan hukum-hukum Islam. Mematuhi perintah Allah, dan menjauhi laranganNya.  

Selain itu, syahadat juga bermakna bahwa seseorang akan mengikuti semua ajaran yang dibawa oleh Rasulullah Muhamad SAW. Meyakini kitab yang dibawa oleh Rasulullah, dan melaksanakan semua ajaran yang tertera di dalamnya.

Menolak Kekufuran

Orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat berarti menolak untuk bertindak kufur. Kufur berarti mengingkari kehadiran Allah, keesaan Allah, ajaran Rasulullah, dan risalah kenabian beliau. Orang yang kufur disebut juga dengan kafir dan termasuk dalam golongan yang mendapat ancaman dari Allah.  

Dua kalimat syahadatain merupakan kalimat yang bisa menyelamatkan seseorang dari kekufuran. Di dalamnya ada pengakuan terhadap Allah dan RasulNya. Beruntungnya, dua kalimat syahadatain adalah lafal yang sering kita baca, sehingga kita senantiasa terjaga dari kekufuran.

Rajin Sholat Tahajud Tapi Sholat Wajib di Lalaikan

Ada banyak dari kaum muslimin yang melaksanakan sholat wajib masih tidak sempurna, yaitu tidak melaksanakan tepat waktu, melaksanakan sholat wajib tapi di rumah (bagi laki-laki), sering mengakhirkan sholat wajib di penghujung waktu. Tapi disisi lain orang tersebut rajin melaksanakan sholat tahajud, bahkan melaksanakan sholat isya setelah bangun dari tidur dimalam hari dan di lanjutkan dengan sholat tahajud, apakah ini di benarkan?.

Tentu keadaan ini sangat menyedihkan dan tidak di benarkan dalam syariat islam, dikutip dari penaungu.com bahwa, walau bagaimanapun keutamaan sholat wajib adalah lebih utama dan lebih besar pahalanya di bandingkan dengan sholat sunnah bahkan di bandingkan dengan sholat tahajud yang membutuhkan efort lebih besar untuk melaksanakannya, karena sholat tahajud ini di laksnakan pada malam hari disaat manusia lainnya sedang terlelap tidur.

Talbis Iblis atau Tipu Daya Syetan

Rajin Sholat Tahajud Tapi Sholat Wajib di Lalaikan

Jika ada orang yang melaksanakan amalan seperti itu maka itu dipastikan sebagai talbis iblis atau tipu daya setan dalam menyesatkan manusia, seolah-olah kita melaksanakan ketaatan yang sangat besar padahal nyatanya kita berada di dalam kesesatan dan kesalahan yang bisa membinasakan kehidupan akhirat kita, inilah pentingnya ilmu sebelum beramal.

Seharusnya seorang muslim paham mana amalan yang perlu di prioritaskan dan mana amalan yang perlu di akhirkan, lagi-lagi inilah peran ilmu dalam agama islam, inilah sebabnya ilmu mempunyai peranan besar dalam amal seorang muslim, dan sudah seharusnya seorang muslim menjadi tholabul ilmi atau orang yang mempelajari ilmu agama.

Ini juga yang menyebabkan kecintaan manusia kepada dunia lebih besar daripada kecintaan manusia kepada agama dan akhirat, sehingga orang lebih paham dan pintar dalam masalah dunia tapi jahil atau bodah dalam masalah akhirat atau agama, dan orang semacamini adalah orang yang di benci oleh ALLAH Subhana huwataala.

Perbaiki Sholat Wajib Lebih Utama Daripada Sholat Tahajud

Kembali kepada masalah orang yang rajin sholat tahajud tapi lalai dan abai terhadap shalat wajib,maka perlu untuk di beritahukan bahwa kewajiban kita adalah untuk menunaikan sholat wajib dengan sempurna jauh lebih penting daripada keadaan saat ini.

Karena jika kita sudah melaksanakan kewajiban sholat lima waktu, maka kita tidak mendapatkan dosa, walaupun kita tidak sholat tahajud.

Tapi kalau keadaan seperti saat ini, kita abai dalam sholat wajib tapi sangat rajin dan banyak sholat tahajud maka kita berdosa.

Dan perlu juga di pahami bahwa sholat wajib yang lima waktu bagi seorang laki laki adalah sholat berjamaah di masjid dimana adzan di kumandangkan, kecuali ada udzur syari, tidak menunda nundanya dan tidak melalaikannya dari sholat jamaah ini.

Jika kita sudah melaksanakan sholat wajib dengan sempurna,maka kita boleh beranjak ke amalan sunah yang utama yaitu sholat tahajud, ingat yah syarat sholat tahajud adalah harus tidur terlebih dahulu, kalau tidak tidur terlebih dahulu maka ini bukan dinamakan sholat tahajud tapi sholat malam biasa atau qiyam lail.

Semoga kita dimudahkan oleh ALLAH dalam memahami ilmu agama dengan pemahaman yang benar sepertipemahaman para salafus sholeh.

Syarat Dan ketentunan Shalat Qashar Dan Jama

Syarat Dan ketentunan Shalat Qashar Dan Jama –Shalat Qashar adalah sebuah shalat yang dilakukan dengan cara meringkas atau mengurangi jumlah raka’at dari suatu shalat yang bersangkutan. Dan Shalat Jama’ adalah sebuah shalat yang dikumpulkan, semisal shalat Ashar, Maghrib dan Isya di jadikan dalam satu waktu yang sama.

Sholat Sholat ini biasanya dilakukan ketika kalian yang sedang berpergian dan tidak sempat melakukan shalat karena susah untuk menjalankannya. Karena itu kami ingin memberikan info menarik tentang shalat Qashar Dan Jama’ untuk anda yang sering berpergian, supaya disaat berpergian anda bisa mengganti shalat yang ditinggalkan dengan menjalankan shalat qashar dan Jama’. Untuk lebi detainya kali akan jelaskan mengenai syarat dan ketentuan dalam menjalankan Shalat Qashar dan Jama’ berikut ini.

Syarat Dan Ketentuan Shalat Qashar Dan Jama’

Sholat jama' qoshor

Shalat Qashar

Mungkin kalian sudah mengikuti penjelasan mengenai shalat qashar diatas, namun untuk lebih melengkapi kami bahas lagi disini. Shalat Qashar ialah shalat yang dapat kalian kerjakan ketika berpergian jauh dengan cara menyingkat atau mengurangi jumlah rakaat dari shatal tersebut.

Ini merupakan sebuah shalat yang diberikan untuk keringanan kepada mereka yang sedang melakukan perjalanan atau safar. Ada beberapa shalat yang boleh di qashar diantaranya adalah shalat Dzuhur, Ashar, Isya, dimana dimana rakaat solalat tersebut adalah 4, yang jika diringkas menjadi 2 rakaat saja.

Syarat Shalat Qashar Sebagai Berikut:

Syarat sholat jama qashar
  1. Jarak perjalanan yang sedang di tempuh minimal dua hari dalam perjalalanan yang ditempuh dengan jalan kaki  atau dua marhalah, yaitu sama dengan 138 km.
  2. Berpergian bukan untuk hal yang Maksiat.
  3. Shalat yang boleh di Qashar merupakan shalat yang memiliki 4 rakaat dan bukan qadha.
  4. Niat mengqashar pada waktu taqbiratul iqram.
  5. Tidak makmum kepada orang yang bukan musaffir.

Itulah tadi syarat dan ketentuan dari shalat Qashar, dan menurut dari Abd. Rahman Al-Jazairi yang terdapat dalam Kitabul Fiqih ala Madzahibil Arba’ah disitu dinyatakan jaraknya mencapai 81 km.Shalat Jama’

Shalat Jama’

Sholat ini merupakan sebuah sholat yang dapat kalian laksanakan dengan cara mengumpulkan dua shalat wajib dan satu waktu, seperti shalat Dzuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya yang dikerjakan dalam satu waktu. Shalat yang bisa di Jama’ atau Jamak adalah shalat Dzuhur dengan Ashar, bisa juga shalat maghrib dengan Isya.

Cara Mengerjakan Shalat Jama’

  • Jika sholat dzuhur dan sholat ashar dikerjakan ketika shalat dzuhur, lalu maghrib dan isya dikerjakan pada waktu maghrib, maka jama’ tersebut disebut dengan Jama’Taqdim.
  • Jika sholat dzuhur dan ashar dilakukan pada waktu shalat ashar, lalu shalat Maghrp dan sholat isya bisa kalian kerjakan pada waktu sholat isya. disebut dengan Jama’ Ta’khir.

Shalat Jama’ dibedakan menjadi yaitu diantaranya adalah Jama’ Taqdim dan Jama’Ta’khir. Keduanya akan kami jelaskan pada berikut ini.

1. Jama’Taqdim merupakan sebuah penggabungan dua shalat dalam satu waktu, dengan cara memajukan waktu shalat yang belum masuk waktu ke dalam shalat yang sudah masuk waktu. berikut ini adalah syarat Jama’ taqdim :

  1. Dikerjakan dengan cara yang tertib, sesuai dengan urutan waktu sholat yang benar.
  2. Niat shalat jama’ dilakukan pada waktu shalat pertama
  3. Keudanya berurutan, tidak boleh di selah dengan sholat sunah ataupun yang lainnya.

2. Jama’ Ta’khir penggabungan shalat yang dilakukan dalam satu waktu, dengan cara mengundurkan shalat yang sudah masuk waktu ke dalam shalat yang berikutnya. Syarat Shalat Jama’ Ta’khir :

  1. Niat shalat Jama’ Ta’khir dilakukan ketika shalat yang pertama.
  2. Waktunya masih dalam perjalanan tepat datangnya waktu yang kedua.

Itulah tadi Syarat Dan ketentunan Shalat Qashar Dan Jama yang dapat kami berikan untuk anda semua yang ingin menambah pengetahuan tentang sholat. Kami harap dengan adanya update kali ini dapat memberikan hal yang positif dalam kegiatan beragama kalian. Oia kami juga telah memberikan Cara Mengerjakan Sholat Subuh Dengan Qunut yang kami berikan pada artikel sebelumnya, barangkali diantara kalian ada yang ingin membacanya. terimakasih dan wasalamu’alaikum wr.wb.

Sumber: Kangsantri.id