Pola Asuh Anak : Cara Tepat Mendidik Anak yang Hiperaktif

Pola asuh anak hiperaktif yang tepat menjadi salah hal yang wajib dilakukan oleh orangtua yang memiliki anak dengan kondisi hiperaktif. Setiap anak lahir dengan kondisi yang berbeda-beda, baik fisik, mental, maupun pemikiran. Sebagai orangtua, tentunya harus bersyukur dengan apapun kondisi anak dan tidak perlu terlalu khawatir yang berlebihan dengan tipe anak yang dimiliki. Apapun keadaan dan kondisi si kecil, tetap dia adalah amanah dari Tuhan yang harus dijaga dan dirawat.

Hiperaktif merupakan salah satu perilaku yang mungkin dimiliki anak dengan gangguan Attention Deficit and Hiperactivity Disorder (ADHD). ADHD adalah gangguan perkembangan dalam peningkatan aktivitas motorik anak yang menyebabkan aktivitas anak-anak menjadi berlebihan dan lebih agresif. Kondisi ini ditandai dengan perasaan yang mudah gelisah, emosi meletup-letup, tidak bisa duduk dengan tenang, cenderung banyak berbicara, dan sulit untuk fokus.

Selain melalui terapi maupun obat-obatan medis, pola asuh anak hiperaktif yang tepat juga sangat diperlukan untuk menangani anak-anak hiperaktif. Jadi pertanyaan, seperti apa pola asuh anak hiperaktif yang tepat untuk mendidik anak seperti ini.

1. Tegas, disiplin dan konsisten.

Pola asuh anak hiperaktif yang tepat yaitu dengan menerapkan sikap tegas, disiplin dan konsisten. Meskipun si kecil terus bergerak dan sulit diberitahu, sebagai orangtua tidak boleh “kalah” dengan si kecil. Seperti anak-anak “normal”, tetap tunjukkan ketegasan, kedisiplinan terhadap si kecil. Awalnya mungkin dia tidak menghiraukan, tetapi lama-lama, apabila orangtua konsisten memperlihatkan sikap tegas dan disiplin, si kecil akan menurut dengan orangtua.

2. Pola Asuh anak Haruslah dengan Sabar.

Bukanlah hal mudah untuk menahan kejengkelan karena ulah si kecil yang hiperaktif. Namun, kesabaran memang dituntut disini. Dengan bersabar sambil tetap mencurahkan kasih sayang kepada si kecil, maka perlahan seiring berjalannya waktu, si kecil bisa mengerti bagaimana cara untuk tidak membuat orangtua merasakan sedih atau kecewa.

3. Bergembira bersama dia.

Bagi anak-anak, keceriaan adalah kebutuhannya. Maka dari itu, sebagai orangtua harus bisa menciptakan kondisi gembira di rumah. Dengan bergembira bersama, si kecil akan benar-benar merasakan bahwa dirinya diterima di lingkungan terdekatnya. Ketika kedekatan emosi didapatkannya, aturan-aturan yang dibuat oleh orangtua, pasti akan diturutinya.

4. Berikan ruang berekspresi.

Anak yang hiperaktif selalu butuh penyaluran. Biasanya, anak-anak hiperaktif menyukai kegiatan-kegiatan yang banyak gerak seperti olahraga, tari, maupun bernyanyi. Jika orangtua memiliki kemampuan secara finansial, ada baiknya bila mendaftarkan mereka ke sekolah sepak bola, sanggar tari, atau pun tempat les vokal. Kalau pun Anda memiliki kesulitan dalam dana, tidak salahnya Anda memposisikan diri sebagai pelatih dari kegiatan yang anak Anda sukai di rumah.

Orangtua harus terus berjuang dan jangan pernah kehilangan semangat untuk mendidik dan membesarkan anak. Sekalipun hiperaktif, percayalah lewat pola asuh anak hiperaktif yang tepat, maka saat usianya beranjak remaja dan bahkan anak muda, dia tetap memiliki masa depan yang baik dan bisa menggapai tujuan dan cita-cita dalam kehidupannya.