Film Mulan Kena Seruan Boikot di Beberapa Negara Asia, Ini Alasannya

Mulan menjadi salah satu film pertama yang rilis sejak adanya penutupan bioskop dan memproduksi film gara-gara pandemi virus corona atau Covid-19. Namun, film Mulan yangd iproduksi Disney hadapi ancaman lain yaitu seruan untuk boikot di sebagian negara Asia. Liu Yifei, bintang film live-action, pertama kali membuat marah fans bersama komentar yang dilaporkan membantu polisi Hong Kong, yang sudah dituduh melakukan kekerasan pada pengunjuk rasa pro-demokrasi.

Seperti diketahui, pada th. lantas berjalan aksi protes besar di Hong Kong. Orang-orang muda memimpin demonstrasi berbulan-bulan melawan undang-undang yang memungkinkan ekstradisi dari Hong Kong ke daratan China. Protes meluas sampai termasuk tuntutan reformasi demokrasi dan penyelidikan atas dugaan kebrutalan polisi. Selama era kerusuhan, aktris kelahiran China Liu Yifei, yang merupakan warga negara Amerika, sharing postingan dari surat kabar Beijing People’s Daily di Weibo.

Tak perlu waktu lama, lantas tagar Boycott Mulan menjadi tren di Twitter. Undang-undang ekstradisi di balik protes awal dibatalkan, tetapi pada April th. ini banyak aktivis pro-demokrasi terkenal ditangkap oleh polisi Hong Kong. Sebulan kemudian, pengawas polisi mengatakan tidak menemukan kesalahan signifikan di pihak polisi sepanjang protes 2019.

Kemudian pada Juni, China mengeluarkan undang-undang keamanan baru yang oleh para kritikus disebut sebagai ‘akhir Hong Kong’. Detailnya dirahasiakan sampai disahkan, tetapi mengkriminalisasi banyak hal yang bisa mengakibatkan ancaman bagi otoritas China di Hong Kong dan membuat mereka bisa dihukum seumur hidup di penjara. Dengan seluruh histori itu dan seluruh yang masih berlangsung, aktivis terkemuka Joshua Wong angkat bicara. “Setiap orang yang yakin pada hak asasi manusia untuk #BoycottMulan,” tulisnya dalam Twitter.

Klaim Joshua bahwa Disney ‘bersujud ke Beijing; menggemakan komentar yang dibuat oleh Jaksa Agung AS William Barr bulan lalu. Dia mengklaim Disney dan studio Hollywood lainnya tunduk pada Beijing, menyensor film bersama membuat perubahan skrip dan karakter kebangsaan untuk memastikan distribusi di China, yang sekarang menjadi pasar film terbesar ke dua di dunia. Film Mulan asli dirilis pada 1998 dan didasarkan pada legenda Tiongkok sejak berabad-abad lalu. Namun, film itu dikritisi lantaran memuat inspirasi perihal China yang dipromosikannya cukup stereotip. “Pengambilan orang China bisa membuat atau menghancurkan film”, menurut analis budaya Xueting Christine Ni. Itu sebagian difilmkan di Tiongkok, dan naskahnya lebih banyak berasal dari materi sumber asli abad ke-6.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *