Penjualan Mobil Bekas Mengalami Peningkatan Saat Pandemi Corona, Mengapa?

Wabah virus Corona atau Covid-19 yang terjadi di tidak sedikit negara di dunia, tergolong Indonesia. Hal ini terut dominan besar terhadap industri otomotif. Banyak pabrikan yang kesudahannya harus memblokir sementra produksinya, untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 yang semakin meluas.

Namun, rontoknya industri otomotif ini tidak berlaku untuk pasar mobil bekas. Pasalnya, di tengah pandemik Covid-19 ini, justru tidak sedikit masyarakat yang berkeinginan mencari mobil bekas (mobkas).

Melonjak penjualan mobil bekas, khususnya kendaraan kecil dengan range harga Rp120 juta ke bawah,” jelas Senior Marketing Manager WTC Mangga Dua, Herjanto Kosasih.

Berdasarkan keterangan dari Herjanto, meledaknya penjualan mobil bekas di tengah pandemic Covid-19 ini, sebab masyarakat fobia untuk memakai angkutan umum.

Pasalnya, kesempatan untuk tertular virus yang telah menjangkiti ratusan orang di Indonesia ini dapat lebih tidak sedikit di lokasi berkumpulnya orang tidak sedikit seperti di kereta, busway, ataupun MRT.

“Sekarang, dengan situasi Corona seperti ketika ini, naik kendaraan umum ngeri-ngeri sedap. Akhirnya, mereka beli mobil. Tapi, guna mobil baru susah, sebulan STNK baru keluar, dan kita perlu cepat, dan yang ditelusuri mobil bekas. Makanya, saya bilang blessing, berkah,” tambah Herjanto.

Bertahan sampai Akhir Maret
Sementara itu, bertambahnya penjualan mobil bekas dampak Corona ini, telah terjadi pekan lalu. Sedangkan model yang tidak sedikit dicari, mobil-mobil murah, laksana Toyota Agya, Daihatsu Calya, dan Honda Jazz tahun lama yang harganya selama Rp120 jutaan.

“Saya pikir, suasana ini bakal bertahan sampai akhir Maret. Orang masih akan tidak sedikit yang menggali mobil bekas, yang harganya murah atau mobil perkotaan,” pungkasnya. Sumber: https://www.decisionsonevidence.com/seva-mobil-bekas/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *