PIF suntik dana US$ 40 miliar untuk dongkrak ekonomi Arab Saudi

Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi memangkas eksposur ke pasar saham Amerika Utara dari US$ 3 miliar menjadi US$ 7 miliar pada kuartal III 2020. PIF melepas beberapa fund yang diperdagangkan di bursa (ETF) dan saham-saham sektor real estat dan material.

Dilansir dari era.id , Selasa (17/11), Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman mengatakan, PIF akan menyuntikkan dana US$ 40 miliar setiap tahun ke dalam perekonomian pada tahun 2021 dan 2022, dan telah menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Arab Saudi. Beberapa dari investasi lokal juga dapat didanai dengan melikuidasi aset yang ada.

Pangeran berusia 34 tahun itu mengatakan, PIF berhasil menggandakan asetnya menjadi lebih dari 1,3 triliun riyal atau setara $ 347 miliar dan berada di jalur yang tepat untuk mencapai target aset senilai 7 triliun riyal pada tahun 2030.

Dengan begitu, PIF bisa kembali ke jalurnya resesi terdalam yang dialami eksportir minyak mentah terbesar di dunia sejak 1987. PIF menolak memberikan rincian lebih lanjut tentang investasi yang direncanakan.

Dana tersebut berperan penting dalam memulihkan kondisi ekonomi di tengah keterbelalakang industri seperti pariwisata dan diversifikasi di luar minyak. Dana yang akan diinvestasikan setara dengan lebih dari 10% pengeluaran pemerintah pada tahun 2021 atau hampir sama dengan jumlah yang dibelanjakan PIF.

“Putra mahkota membutuhkan PIF untuk menyampaikan alasan utamanya, yang membuat Visi 2030 sukses,” kata Rachna Uppal, direktur penelitian di konsultan yang berfokus pada Timur Tengah, Azure Strategy.

Kehadiran PIF telah mengubah prioritas investasi selama lima tahun terakhir dengan berinvestasi pada saham di Uber Technologies Inc. dan Jio Platforms Ltd. , bisnis layanan digital yang dikendalikan oleh miliarder India Mukesh Ambani.

PIF juga menghabiskan miliaran dolar untuk membeli saham di perusahaan termasuk Facebook Inc., Citigroup Inc., dan Walt Disney Co. pada Maret pada masa puncak aksi jual yang dipicu pandemi.

Ketika pasar rebound, sebagian besar saham keluar dari posisi tersebut dan berinvestasi pada saham yang diperdagangkan di bursa yang berfokus pada sektor utilitas dan material.

Pangeran Mohammed mengatakan, pengembalian investasi telah mencapai 7%, dengan beberapa dari investasinya menghasilkan imbal hasil 140%.

PIF diharapkan memainkan peran penting di Arab Saudi karena akan digunakan untuk mengembangkan ekonomi lokal. Hal itu terjadi ketika pemerintah Saudi sejak tiga tahun memangkas pengeluaran untuk membawa defisit anggaran mendekati nol pada tahun 2023.

Pemerintah Saudi menutupi hampir seluruh defisit anggarannya dengan pinjaman dalam negeri pada kuartal III 2020. Bulan lalu, dua bank teratas Arab Saudi di mana PIF adalah pemegang saham terbesar, setuju untuk bergabung, membentuk apa yang bisa menjadi bank untuk membiayai proyek Vision 2030.

Fitch Ratings, yang menurunkan prospeknya di Arab Saudi menjadi negatif bulan ini, menyebutkan, investasi domestik PIF sebagian akan membantu mengimbangi efek penghematan pemerintah. Tetapi Fitch juga memperingatkan atas peningkatan pinjaman Saudi Aramco serta PIF dan perusahaan portofolionya.

“Ini akan berkontribusi pada erosi kekuatan neraca Arab Saudi dan memburuknya posisi kreditor eksternal bersih secara keseluruhan,” kata perusahaan pemeringkat itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *