Sabut Kelapa Untuk Media Tanam Hidroponik Yang Berkualitas

Sabut kelapa untuk media tanam sangat cocok untuk dijadikan media dalam tanaman. Media tanam kini sudah menjadi punda-pundi sebagai penghasilan bagi para pembudidayanya salah satunya yaitu tanaman anggrek.

Dengan menggunakan teknik pun bisa menghasilkan tanaman anggrek yang memiliki nilai jual ekonomis yang tinggi. Lebih tepatnya sabut kelapa yang kini bisa dijadikan media tanam untuk tanaman bunga anggrek yang bisa menghasilkan keuntungan yang tinggi.

Sabut kelapa adalah bagian dari pohon kelapa yang memiliki tekstur kasar serta sifatnya yang mudah menyerap air karena memiliki rongga-rongga yang cukup banyak. Media tanam hidroponik dengan sabut kelapa bisa anda lakukan saat berkebun di rumah, bahkan bisa dikatakan jika memakai media tanam sabut kelapa, tanaman akan tumbuh lebih subur dan sehat.

Fungsi dari sabut kelapa tidak hanya sebagai media tanam melainkan sangat baik pada tahap pengembangan tanaman bunga anggrek. Jadi, tanaman akan lebih berkembang dan tumbuh subur jika menggunakan metode hidroponik dengan menggunakan media tanam sabut kelapa. Disini saya akan menjelaskan langsung tentang Sabut Kelapa Sebagai Media Tanam yang cocok untuk tanaman sebagai berikut ini.

Bahan utama untuk media tanam ini terbuat dari sekam atau tempurung buah kelapa yang diolah dan dihaluskan hingga menjadi butiran-butiran seperti serbuk kayu.

Tentunya, media tanam yang satu ini sangat baik untuk tanaman karena dapat mempertahankan kelembapan dan membuat tanaman tidak mudah layu. Kemudian, cocopeat pun bisa dapat menetralkan kadar pH dan menyimpan unsur hara yang diberikan oleh pemilik tanaman. Maka, tak heran lagi jika media tanam ini sangat bagus dipakai untuk yang gemar mengoleksi tanaman atau bunga di rumah.

Umumnya cocopeat dan cocomesh jaring sabut kelapa bisa didapatkan atau dibeli di hampir setiap penjual tanaman. Namun, jika anda malas untuk membelinya di pasaran, anda bisa membuat sendiri karena proses pembuatannya bisa dibilang mudah dan gampang.

Barang-barang yang perlu disiapkan untuk membuat media tanam

sabut kelapa untuk media tanam
  1. sabut kelapa
  2. air 
  3. pisau
  4. blender
  5. saringan MOL air cucian beras dan urine kelinci

Cara membuat :

1. Basahi sabut kelapa Setelah anda mendapatkan sabut kelapa yang cukup banyak untuk media tanam, anda perlu menyiramkan dengan air untuk membasahinya. Sabut kelapa yang dibasahi nantinya ini berguna agar tidak terlalu keras saat sabut kelapa dipotong-potong.

2. Jemur potongan sabut kelapa Apabila sabut kelapa yang masih basah sudah dipotong kecil-kecil, maka jemur di bawah terik sinar matahari selama beberapa jam. Penjemuran berguna agar sabut kelapa yang telah dipotong kecil-kecil lebih mudah untuk dihaluskan dan sabut kelapa jadi kering. Setelah sabut kelapa yang dijemur sudah menjadi kering, maka proses selanjutnya yaitu menghaluskannya.  

3. Haluskan potongan sabut kelapa untuk menghaluskan sabut kelapa, hal ini bisa anda lakukan dengan dua cara, yaitu ditumbuk atau bisa menggunakan blender sampai halus.

4. Cara yang selanjutnya yaitu, saring sabut kelapa Ayak atau saring sabut kelapa yang sudah dihaluskan agar lebih halus lagi. Setelah sabut kelapa selesai diayak, masukkan sabut kelapa yang sudah disaring ke dalam wadah atau toples yang tidak terpakai. Sisa ayakan atau sabut kelapa yang masih kasar bisa dihaluskan lagi dengan blender atau dibuat dengan Mikroorganisme Lokal (MOL) sabut kelapa. Sabut kelapa ini mengandung banyak unsur K, yakni kalium yang bisa membantu untuk proses pembuahan pada tanaman. Cocopeat dan cocomesh jaring sabut kelapa bisa digunakan untuk penyemaian beberapa jenis tanaman seperti sayuran dan buah-buahan.

5. Campurkan sabut kelapa halus dengan MOL (mikroorganisme lokal) Sabut kelapa atau cocopeat yang sudah halus perlu direndam dengan air campuran MOL selama 1 hari. Mol yang digunakan yaitu campuran 1 liter air yang ditambahkan 50 cc urine kelinci dan 100 cc air cucian beras. Aduk agar semua bahan sabut kelapa tercampur merata, kemudian tutup dan simpan di tempat teduh selama 1 hari. Metode perendaman ini bertujuan agar nutrisi yang ada di dalam media tanam bertambah lengkap, dan tentunya hasil dari penyemaian akan lebih bagus dan maksimal.

6. Saring kembali sabut kelapa Setelah didiamkan selama 1 hari, saring sabut kelapa atau cocopeat dengan menggunakan saringan untuk mengurangi air rendaman. Sabut kelapa alias cocopeat yang sudah ditiriskan bisa anda gunakan untuk media tanam maupun penyemaian.

Manfaat sabut kelapa untuk media tanam.

1. PH Tanah

Berbeda dengan lumut gambut yang mempunyai sifat sangat asam, sabut kelapa memiliki tingkat PH netral. Sebagian besar sayuran dan bunga taman tumbuh dengan baik dalam kondisi netral hingga sedikit basa. Saat Anda menggunakan lumut gambut untuk mengubah bedeng taman, penambahan kapur pertanian seringkali diperlukan untuk memerangi keasaman yang lebih tinggi. Dengan sabut kelapa, batu kapur tidak diperlukan lagi kecuali tanah secara alami memiliki tingkat pH yang lebih tinggi. Penggunaan sabut kelapa menghasilkan penghematan uang dan tenaga kerja.

2. Drainase

Sabut kelapa ini dapat meningkatkan drainase tanah pada tanaman sekaligus membantu mempertahankan kelembapan di tanah yang cepat kering. Karena sabut kelapa terurai secara perlahan, seperti halnya dengan lumut gambut, sabut kelapa menciptakan kantong udara di dalam tanah yang akan memungkinkan kelembaban berlebih mengalir dari akar tanaman. Sabut kelapa itu sendiri menahan kelembaban sehingga drainase tidak terjadi terlalu cepat dan tanah tidak mengering sepenuhnya. Sifat drainase dan retensi ganda ini memungkinkan sabut kelapa untuk meningkatkan manajemen kelembaban di kedua tanah liat yang berat dan tempat tidur berpasir yang kering.

3. Kualitas Tanah

Sabut kelapa mengandung sedikit unsur hara sehingga tidak akan menambah mutu unsur hara tanah yang lebih. Pemupukan lebih lanjut atau perubahan kompos diperlukan untuk tanaman yang banyak makan seperti pada sayuran dan beberapa bunga, tetapi kebanyakan herba mengembangkan rasa terbaiknya di tanah dengan nutrisi yang rendah. Sabut kelapa juga bekerja untuk meningkatkan kualitas pada tanah secara keseluruhan dari waktu ke waktu karena menambahkan bahan organik yang sangat dibutuhkan pada tanaman. Perubahan sabut tahunan dapat menghasilkan tanah gembur yang merupakan kualitas tanah yang disukai untuk sebagian besar tanaman kebun.

4. Ramah Lingkungan

Lumut gambut, yang menggantikan sabut kelapa sebagai amandemen tanah, membutuhkan waktu berabad-abad untuk tumbuh kembali setelah dipanen. Sabut kelapa benar-benar ramah lingkungan karena merupakan produk sampingan alami dari hasil panen kelapa, dan pohon kelapa menghasilkan kelapa baru dalam setiap tahunnya. Sabut kelapa membutuhkan waktu satu abad atau lebih untuk terurai sepenuhnya di dalam tempat pembuangan sampah ini, jadi akan lebih berkelanjutan jika digunakan untuk memperbaiki tanah di kebun Anda.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *