Keset Welcome dari Sabut Kelapa yang Proses Pembuatannya Mudah

Keset welcome dari sabut kelapa ini dulunya cukup legendaris dikarenakan banyak yang menggunakan keset ini. Bahkan hingga saat ini juga masih ada yang menggunakan keset tersebut. Pembuatan keset ini memang menggunakan bahan alami, yaitu serabut kelapa. Karena memang tujuannya membuat bahan alam yang bernilai rendah menjadi benda yang bernilai tinggi.

Serabut kelapa adalah bagian dari mesocarp atau penutup dari buah kelapa. Biasanya serabut kelapa hnya dijadikan timbah dan ditimbun dibawah pohon serta dibuarkan membusuk atau kering. Ada juga yang menjadikannya menjadi bahan bakar. Namun siapa tahu, kalau serabut kelapa bisa dimanfaatkan dan dirubah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Contohnya bisa kamu bisa membuatnya menjadi tas, gantungan kunci, keset, pupuk dan lainnya. Namun seperti yang dikatakan sebelumnya, kali ini kita akan membuat keset welcome dari sabut kelapa. Penasarin nih bagaimana cara membuat keset tersebut? untuk itu yuk simak artikel ini.

Bahan :

Keset Welcome dari Sabut Kelapa
  • Sabut kelapa
  • Palu
  • Pisau atau gunting besar yang akan digunakan untuk finishing

Proses Pembuatan Keset Welcome dari Serabut Kelapa :

  1. Siapkan sabut kelapa yang cocok untuk dianyam, untuk menganyamnya kamu bisa menggunakan batang yang panjang.
  2. Siapkan tali yang nantinya akan kamu gunakan sebagai alur untuk menganyam. Kamu juga bisa menggunakan cocomesh jaring sabut kelapa jika ingin lebih praktis.
  3. Anyam sabut kelapa, menganyamnya sama seperti menenun. Dengan cara masukkan dari atas, kemudian ditata sejajar sampai semuanya terisis penuh.
  4. Setiap kali anyaman kamu dapat satu baris, repatkan anyaman dengan cara memukul-mukulnya dari atas agar keset sabut kelapa penuh dan kuat.
  5. Sabut-sabut kelapa yang belum rapi bisa kamu rapikan menggunakan pisau atau gunting.
  6. Keset welcome dari sabut kelapa siap unntuk digunakan atau dijual.

Baca Juga : Cocomesh Jaring Sabut Kelapa

Kelebihan dan Fungsi Keset Welcome dari Sabut Kelapa

Keset dari Sabut Kelapa

Eitts, pembahasannya belum selesai sampai disitu saja ya teman-teman. Nah disini saya juga akan membagikan beberapa kelebihan keset dari sabut kelapa. Dan mungkin beberapa fungsi berikut ini belum kamu ketahui semuanya. Tidak perlu banyak basa-basi, yuk langsung saja simak pembahasan kelebihan dan fungsi keset dari sabut kelapa dari pada keset lainnya.

Membersihkan

Keset yang terbuat dari serabut kelapa ini dapat digunakan untuk membantu membersihkan kaki. Biasanya keset diletakkan di depan pintu masuk atau didalam rumah. Jika dibandingkan dengan keseimbangan bahan keset lainnya, sabut kelapa ini dapat menghilangkan kotoran dari kaki kamu secara efisien.

Sebagai contoh, misalnya saat kamu masuk ke dalam rumah, dan kamu membersihkan kakimu yang sedikit kotor dengan keset ini cukup praktis dan efektif. Hal tersebut dikarena sabut kelapa ini mampu membersihkan di sela-sela jari kaki. Dengan begitu, keset dari serabut kelapa ini juga memiliki fungsi.

Keset Welcome dari Sabut Kelapa Bahan Bakunya Mudah Ditemukan

Bahan dasar atau bahan baku untuk membuat keset satu ini cukup mudah untuk ditemukan. Karena bahan bakunya ada di salah satu bagian pada pohon kelapa. Tepatnya ada buah kelapa, yaitu bagian kulit luar buah tersebut yang dikenal dengan nama sabut kelapa. Nantinya serabut kelapa akan dikeringkan terlebih dahulu sebelum dianyam dan dibuat menjadi keset.

Keset dari serabut kelapa ini harganya juga cukup terjangkau. Kamu bisa menemukan keset seperti ini di warung-warung lokal atau tradisional. Selain itu, jika kamu ingin membelinya secara praktis, kamu bisa membeli keset ini secara online. Karena kini juga banyak toko-toko online yang menjual keset dari serabut kelapa.

Keset Welcome dari Sabut Kelapa Warnanya Tidak Mudah Pudar

Karena sabut kelapa merupakan hasil dari bahan alami dan tentunya kuat dengan warnanya, yaitu warna coklat. Warna coklat tersebut adalah warna asli dari serabut kelapa yang merupakan bahan utama untuk membuat keset. Untuk ini keset dari serabut kelapa tidak akan mudah luntur atau warnanya mudah pudar.

Alas Kelapanya Empuk

Keset dari sabut kelapa ini sebenarnya memiliki alas yang empuk. Namun jika kamu menginginkan hal tersebut, kamu harus lebih ekstra dan cukup rumit untuk dibuat. Untuk proses pembuatan ini biasanya dilakukan oleh para penganyam atau pengrajin. Pita perekat yang digunakan saja sudah sangat kuat dan strukturnya juga mirip. Hal tersebutlah yang membuat keset ini sangat tahan lama. Selain itu, jika kamu menginginkan hasil yang lebih lembut, sabut kelapanya harus dipadatkan terus menerus.

Jika kamu hanya tahu saat buah kelapa dijadikan sebagai minuman yang menyegarkan, namun ternyata kulit luar dari buah kelapa ini juga bisa kamu manfaatkan. Seperti pembahasan diatas, kamu bisa membuat serabut kelapa menjadi sebuah keset. Tentu saja dengan keset tersebut bisa membantu membersihkan kakimu yang kotor. Selain itu, jika keset ini kamu jadikan sebagai usaha, maka akan menambah uang pemasukkan kamu. Kamu bisa menjualnya mulai dari harga Rp 25.000 – Rp 100.000, hal tersebut tergantung besar kecilnya dan kualitas dari keset.

Tali Pemital Sabut Kelapa

Tali pemital sabut kelapa, tali kelapa merupakan bahan baku pembuatan kerajinan kelapa, seperti pembuatan sapu, serta berbagai macam kerajinan tali kelapa bahan dasar lainnya.

Sabut kelapa adalah bagian terluar dari buah kelapa yang mengelilingi sabut kelapa. Ketebalan tempurung kelapa bervariasi antara 5 sampai 6 cm dan terdiri dari lapisan terluar (exocarp) dan lapisan dalam.

Endokarp mengandung serat-serat halus yang dapat digunakan sebagai bahan untuk tali, karung, selulosa, karpet, kuas, keset, insulasi termal dan akustik, filter, pelapis jok/mobil dan hardboard. Serabut kelapa dihasilkan dari penguraian serabut kelapa dan serbuk kelapa, namun hasil utama dari kelapa adalah serabut kelapa.

Tali pemintal sabut Coco nucifera adalah tanaman yang termasuk dalam famili Palmae dan tersebar luas di daerah tropis, termasuk Indonesia. Sabut sabut tahan terhadap agen atmosfer dan agen mekanis seperti gesekan dan benturan.

Salah satu bahan alam yang dapat digunakan sebagai agen antimikroba adalah kitosan yang mengandung enzim lisozim dan gugus aminopolisakarida. Metode yang digunakan adalah eksperimental.

Analisis data menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov untuk mengetahui pengaruh kitosan terhadap sifat fisik tali, perpanjangan dan kekuatan putus.

Menurut hasil penelitian, untaian sabut kelapa dengan kitosan berwarna coklat tua, teksturnya lebih lentur dan tidak terlalu kasar pada permukaannya. Berat kitosan kelapa adalah 5,24 gram, sehingga lebih berat dari pada berat kitosan kelapa yaitu 5,10 gram.

Kadar air sabut yang diberi kitosan adalah 6,65% lebih tinggi dari sabut yang tidak diberi perlakuan, sedangkan kepadatan rata-rata kedua helai adalah 0,91 g/cm. Tali sabut kelapa yang mengandung kitosan dapat digunakan sebagai pengganti serat sintetis pada komponen alat tangkap.

Ini merupakan penelitian lain tentang anatomi benang sabut terlapis kitosan, perendaman sabut sabut dengan waktu perendaman yang berbeda, dan pengukuran kekuatan dan keawetan benang sabut yang direndam dalam air laut.

Manfaat Tali Sabut Kelapa

Manfaat tali sabut kelapa dapat digunakan untuk membuat vas bunga, baking, dan juga sebagai pita branding produk. Buah kelapa merupakan produk industri dengan potensi komersial yang cukup besar.

Produk olahan yang berbahan dasar kelapa antara lain santan umur panjang, coco nata, tepung kelapa, nata de coco, gula kelapa, kopra, bungkil kelapa, minyak goreng kelapa, dan arang aktif.

Sabut kelapa adalah bagian luar kelapa yang melapisi kelapa batok kelapa dimana terdiri dari lapisan luar dan lapisan dalam. Serabut kelapa menghasilkan sabut kelapa dan debu kelapa saat terurai.

Peluang Bisnis Tali Pemital Sabut Kelapa

Dalam ekspor sabut, Indonesia hanya menempati urutan ke-9 dengan nilai US$11 juta jika dikonversi menjadi Rs154 miliar pada 2018. Sabut kelapa merupakan komponen terbesar dari buah kelapa. Saat ini, manfaat tali sabut sedang digunakan untuk membuat kerajinan tangan dan sebagai bahan pengeringan kopra.

Orang yang mengira bahwa sabut kelapa ini hanyalah sampah biasa. Padahal, tempurung kelapa ini bisa dijadikan produk dan menjadi bisnis yang menjanjikan.

Nilai eceran di Indonesia sangat rendah pada saat negara-negara seperti Brazil dan Kenya dapat menjual hingga $1.000/ton. Menunjukkan bahwa Indonesia tidak dapat mengoptimalkan produk yang terbuat dari sabut kelapa.

Kesimpulan

Buah kelapa memiliki banyak manfaat dan kegunaan, salah satunya adalah sabut. Sabut kelapa ini bisa diolah dengan tangan, misalnya untuk sapu ijuk, serta berbagai kerajinan tangan lainnya.

Produsen sapu, tikar, tali dan barang-barang rumah tanggaKeunggulan tali sabut kelapa dapat digunakan untuk membuat vas, baking, dan juga sebagai pita branding produk. Kelapa merupakan produk industri dengan peluang bisnis yang cukup besar.

Produk olahan kelapa antara lain santan umur panjang, santan dan tepung kelapa, nata de coco, gula kelapa, kopra, bungkil kelapa, minyak goreng kelapa dan arang aktif. Selain itu harganya terjangkau dan kualitasnya bagus, selain itu tali sabut ini mudah dibuat dan bahannya juga sangat mudah ditemukan.

Sabut Kelapa Untuk Media Tanam Hidroponik Yang Berkualitas

Sabut kelapa untuk media tanam sangat cocok untuk dijadikan media dalam tanaman. Media tanam kini sudah menjadi punda-pundi sebagai penghasilan bagi para pembudidayanya salah satunya yaitu tanaman anggrek.

Dengan menggunakan teknik pun bisa menghasilkan tanaman anggrek yang memiliki nilai jual ekonomis yang tinggi. Lebih tepatnya sabut kelapa yang kini bisa dijadikan media tanam untuk tanaman bunga anggrek yang bisa menghasilkan keuntungan yang tinggi.

Sabut kelapa adalah bagian dari pohon kelapa yang memiliki tekstur kasar serta sifatnya yang mudah menyerap air karena memiliki rongga-rongga yang cukup banyak. Media tanam hidroponik dengan sabut kelapa bisa anda lakukan saat berkebun di rumah, bahkan bisa dikatakan jika memakai media tanam sabut kelapa, tanaman akan tumbuh lebih subur dan sehat.

Fungsi dari sabut kelapa tidak hanya sebagai media tanam melainkan sangat baik pada tahap pengembangan tanaman bunga anggrek. Jadi, tanaman akan lebih berkembang dan tumbuh subur jika menggunakan metode hidroponik dengan menggunakan media tanam sabut kelapa. Disini saya akan menjelaskan langsung tentang Sabut Kelapa Sebagai Media Tanam yang cocok untuk tanaman sebagai berikut ini.

Bahan utama untuk media tanam ini terbuat dari sekam atau tempurung buah kelapa yang diolah dan dihaluskan hingga menjadi butiran-butiran seperti serbuk kayu.

Tentunya, media tanam yang satu ini sangat baik untuk tanaman karena dapat mempertahankan kelembapan dan membuat tanaman tidak mudah layu. Kemudian, cocopeat pun bisa dapat menetralkan kadar pH dan menyimpan unsur hara yang diberikan oleh pemilik tanaman. Maka, tak heran lagi jika media tanam ini sangat bagus dipakai untuk yang gemar mengoleksi tanaman atau bunga di rumah.

Umumnya cocopeat dan cocomesh jaring sabut kelapa bisa didapatkan atau dibeli di hampir setiap penjual tanaman. Namun, jika anda malas untuk membelinya di pasaran, anda bisa membuat sendiri karena proses pembuatannya bisa dibilang mudah dan gampang.

Barang-barang yang perlu disiapkan untuk membuat media tanam

sabut kelapa untuk media tanam
  1. sabut kelapa
  2. air 
  3. pisau
  4. blender
  5. saringan MOL air cucian beras dan urine kelinci

Cara membuat :

1. Basahi sabut kelapa Setelah anda mendapatkan sabut kelapa yang cukup banyak untuk media tanam, anda perlu menyiramkan dengan air untuk membasahinya. Sabut kelapa yang dibasahi nantinya ini berguna agar tidak terlalu keras saat sabut kelapa dipotong-potong.

2. Jemur potongan sabut kelapa Apabila sabut kelapa yang masih basah sudah dipotong kecil-kecil, maka jemur di bawah terik sinar matahari selama beberapa jam. Penjemuran berguna agar sabut kelapa yang telah dipotong kecil-kecil lebih mudah untuk dihaluskan dan sabut kelapa jadi kering. Setelah sabut kelapa yang dijemur sudah menjadi kering, maka proses selanjutnya yaitu menghaluskannya.  

3. Haluskan potongan sabut kelapa untuk menghaluskan sabut kelapa, hal ini bisa anda lakukan dengan dua cara, yaitu ditumbuk atau bisa menggunakan blender sampai halus.

4. Cara yang selanjutnya yaitu, saring sabut kelapa Ayak atau saring sabut kelapa yang sudah dihaluskan agar lebih halus lagi. Setelah sabut kelapa selesai diayak, masukkan sabut kelapa yang sudah disaring ke dalam wadah atau toples yang tidak terpakai. Sisa ayakan atau sabut kelapa yang masih kasar bisa dihaluskan lagi dengan blender atau dibuat dengan Mikroorganisme Lokal (MOL) sabut kelapa. Sabut kelapa ini mengandung banyak unsur K, yakni kalium yang bisa membantu untuk proses pembuahan pada tanaman. Cocopeat dan cocomesh jaring sabut kelapa bisa digunakan untuk penyemaian beberapa jenis tanaman seperti sayuran dan buah-buahan.

5. Campurkan sabut kelapa halus dengan MOL (mikroorganisme lokal) Sabut kelapa atau cocopeat yang sudah halus perlu direndam dengan air campuran MOL selama 1 hari. Mol yang digunakan yaitu campuran 1 liter air yang ditambahkan 50 cc urine kelinci dan 100 cc air cucian beras. Aduk agar semua bahan sabut kelapa tercampur merata, kemudian tutup dan simpan di tempat teduh selama 1 hari. Metode perendaman ini bertujuan agar nutrisi yang ada di dalam media tanam bertambah lengkap, dan tentunya hasil dari penyemaian akan lebih bagus dan maksimal.

6. Saring kembali sabut kelapa Setelah didiamkan selama 1 hari, saring sabut kelapa atau cocopeat dengan menggunakan saringan untuk mengurangi air rendaman. Sabut kelapa alias cocopeat yang sudah ditiriskan bisa anda gunakan untuk media tanam maupun penyemaian.

Manfaat sabut kelapa untuk media tanam.

1. PH Tanah

Berbeda dengan lumut gambut yang mempunyai sifat sangat asam, sabut kelapa memiliki tingkat PH netral. Sebagian besar sayuran dan bunga taman tumbuh dengan baik dalam kondisi netral hingga sedikit basa. Saat Anda menggunakan lumut gambut untuk mengubah bedeng taman, penambahan kapur pertanian seringkali diperlukan untuk memerangi keasaman yang lebih tinggi. Dengan sabut kelapa, batu kapur tidak diperlukan lagi kecuali tanah secara alami memiliki tingkat pH yang lebih tinggi. Penggunaan sabut kelapa menghasilkan penghematan uang dan tenaga kerja.

2. Drainase

Sabut kelapa ini dapat meningkatkan drainase tanah pada tanaman sekaligus membantu mempertahankan kelembapan di tanah yang cepat kering. Karena sabut kelapa terurai secara perlahan, seperti halnya dengan lumut gambut, sabut kelapa menciptakan kantong udara di dalam tanah yang akan memungkinkan kelembaban berlebih mengalir dari akar tanaman. Sabut kelapa itu sendiri menahan kelembaban sehingga drainase tidak terjadi terlalu cepat dan tanah tidak mengering sepenuhnya. Sifat drainase dan retensi ganda ini memungkinkan sabut kelapa untuk meningkatkan manajemen kelembaban di kedua tanah liat yang berat dan tempat tidur berpasir yang kering.

3. Kualitas Tanah

Sabut kelapa mengandung sedikit unsur hara sehingga tidak akan menambah mutu unsur hara tanah yang lebih. Pemupukan lebih lanjut atau perubahan kompos diperlukan untuk tanaman yang banyak makan seperti pada sayuran dan beberapa bunga, tetapi kebanyakan herba mengembangkan rasa terbaiknya di tanah dengan nutrisi yang rendah. Sabut kelapa juga bekerja untuk meningkatkan kualitas pada tanah secara keseluruhan dari waktu ke waktu karena menambahkan bahan organik yang sangat dibutuhkan pada tanaman. Perubahan sabut tahunan dapat menghasilkan tanah gembur yang merupakan kualitas tanah yang disukai untuk sebagian besar tanaman kebun.

4. Ramah Lingkungan

Lumut gambut, yang menggantikan sabut kelapa sebagai amandemen tanah, membutuhkan waktu berabad-abad untuk tumbuh kembali setelah dipanen. Sabut kelapa benar-benar ramah lingkungan karena merupakan produk sampingan alami dari hasil panen kelapa, dan pohon kelapa menghasilkan kelapa baru dalam setiap tahunnya. Sabut kelapa membutuhkan waktu satu abad atau lebih untuk terurai sepenuhnya di dalam tempat pembuangan sampah ini, jadi akan lebih berkelanjutan jika digunakan untuk memperbaiki tanah di kebun Anda.