Jenis-Jenis Sampah Organik & Cara Mengolahnya

Apakah kalian sudah tahu jenis-jenis sampah organik? Bahan-bahan sisa yang diperleh dari proses produksi atau sisa-sisa kegiatan dalam skala kecil maupun besar disebut dengan jenis sampah organik.

Sampah organik terbuat dari berbagai macam bahan dengan jenis organik dalam kegiatan rumah tangga maupun industri. Jenis sampah organik dapat terurai dengan mudah melalui proses alami.

Mengapa sampah organik lebih mudah membusuk? Karena sampah organik mengandung bahan kimia yang lebih stabil. Maka, sampah organik semacam ini akan dengan mudah mengendap di tanah, danau, dasar sungai, dan lautan.

Jenis sampah organik ini akan cepat membusuk hingga terurai menjadi bahan yang lebih kecil namun tidak berbau. Inilah mengapa membuat kompos membutuhkan banyak ekstraksi bahan dari sampah organik.

Baca Juga : Ide Kreatif Daur Ulang Limbah Plastik Menjadi Kerajinan

Jenis-Jenis Sampah Organik Dan Ciri-Cirinya

Sampah organik memiliki karakteristik yang memudahkan kita untuk mengidentifikasi. Ciri umum sampah organik antara lain:

  1. Ukuran sampah organik ini sangat kecil atau sangat kecil.
  2. Ini dinamis.
  3. Penyebarannya berdampak luas.
  4. Dampaknya juga berjangka panjang, bahkan antargenerasi.

Berikut ini jenis-jenis sampah organik dan cara mengolahnya, yuk simak :

1. Sampah Organik Basah

Jenis sampah organik basah memiliki kadar air yang cukup. Misalnya kulit bawang merah, biji-bijian, kulit jagung, jerami, kulit buah dan daun.

Metode pengelolaan sampah basah ini dapat digunakan dengan cara pengeringan. Keringkan jenis sampah tersebut di bawah sinar matahari langsung hingga kelembapan di dalamnya habis.

Setelah dikeringkan, sampah basah dapat diolah kembali menjadi kerajinan tangan yang lebih bermanfaat.

2. Sampah Organik Kering

Berbeda dengan sampah organik, untuk sampah organik kering kandungan airnya sangat rendah.

Misalnya jenis limbah yang dihasilkan dari sisik ikan, kerang, batok kelapa, serbuk gergaji, kayu dan cangkang telur. Sampah ini juga dapat diolah kembali menjadi beberapa jenis kerajinan tangan.

Contoh Sampah Organik di Lingkungan Sekitar

Pada pembahasan diatas kita telah mengetahui jenis-jenis sampah organik yang terbagi menjadi 2 jenis, nah apakah kalian mengetahui contoh-contoh sampah organik? Yuk simak, berikut ini :

1. Sisa Makanan

Jenis-Jenis Sampah Organik

Sisa makanan termasuk dalam jenis sampah organik karena sampah sisa makan ini dapat didaur ulang kembali. Contohnya dapat diolah lagi menjadi pupuk kompos untuk tanaman.

Baca Juga : Cara Mendaur Ulang Sampah Plastik

2. Kulit Biji Buah dan Sayur

Jenis-Jenis Sampah Organik

Banyak sekali jenis kulit biji di lingkungan sekitar kita. Saat kita sehabis memasak atau mengupas buah dan sayur, pasti kita mendapatkan kulit dan biji sayuran maupun buah-buahan yang nantinya akan kita buah saja. Padahal kulit dan bijinya dapat kita manfaatkan untuk membuat pupuk kompos.

3. Tulang Ikan

Jenis-Jenis Sampah Organik

Pada umumnya restoran atau cafe tempat makan menghasilkan sampah tulang ikan banyak sekali. Nah, ternyata tulang ikan termasuk pada jenis sampah organik.

4. Kotoran Hewan

Banyak orang yang memanfaatkan kotoran hewan untuk menggunakanya sebagai pupuk tanaman mereka supaya subur. Kotoran sapi misalnya, dapat dimanfaatkan untuk membuat biogas alam.

5. Kayu

Sampah kayu termasuk limbah jenis organik yang dapat didaur ulang. Kayu dapat dimanfaatkan kembali untuk membuat barang-barang furnitur sederhana yang unik.

6. Dedaunan

Banyak sampah dedaunan yang rontok dan jatuh hanya berserakan dan hanya dibakar. Padahal sampah deduanan ini dapat dijadikan sebagai pupuk kompos.

Itulah pembahasan mengenai jenis-jenis sampah organik, setelah kalian mengetahui beberapa jenis sampah organik tersebut maka kalian dapat memanfaatkannya untuk didaur ulang kembali.

Semoga ulasan ini bermanfaat. See you 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *