penalti untuk pelunasan kredit motor lebih awal

Tahun 2020 saya mengambil kredit motor honda untuk pembelian beat sporty, tenornya 2 tahun. Setelah mencicil selama setahun, saya mendapat suntikan dana untuk melunasi kreditan motor tersebut. Saya mau menyelesaikan kewajiban saya lebih awal.

Dari pihak yang memberikan kredit, saya diberi perhitungan nilai penalty yang cukup besar kalau saya mau melunasi di tahun pertama, nilainya saya lupa berapa tapi kalau dihitung-hitung totalnya ternyata signifikan juga.

Akhirnya dengan berbagai pertimbangan saya putuskan untuk meneruskan saja membayar cicilan dalam jumlah yang ditentukan sampai lunas. Penaltynya cukup besar, menjadikan pelunasan lebih awal tidak menguntungkan.

Kejadian yang sama baru-baru ini juga terjadi di teman yang mau melunasi KPRnya lebih awal karena ada dana baru, dia bingung kenapa juga dia sampai harus mendapat ijin dari pihak yang memberikan kreditan?

Dan jika diberi ijin untuk pelunasan dia pun akan kena penalty pula?! Lha mestinya bank happy dong? Duitnya kan dikembalikan lebih cepat? Dasar bank, maunya untung aja!

Pertanyaannya… kenapa?

Kalau di bayar lebih cepat berarti bank ataupun lembaga kredit kehilangan keuntungan dari bunga peminjam. Padahal dari awal baik peminjam dan yang meminjamkan sudah sepakat atas aturan yang berlaku, kedua belah pihak harus sepakat akan tata cara pelunasan kredit.

Selain dari kehilangan keuntungan, para pemberi pinjaman juga tentu harus mencari nasabah baru. Mencari nasabah pun gampang-gampang susah, yang jelas untuk mencari nasabah pun perlu effort lagi, seperti marketing, survey, legal team, yang semuanya dianggap cost oleh pihak peminjam.

Kalau tanya sama orang bank, mereka akan bilang pemberian penalty karena ini punya potensi untuk memberikan gangguan rencana keuangan mereka. Mereka sudah memperhitungkan penghasilan dari pendapatan bunga keseluruhan nasabah bulan depan seberapa besar.

Penghasilan tersebut tentu sudah mereka buatkan perencanaannya untuk diseimbangkan dengan biaya operasional seperti gaji karyawan, biaya gedung, marketing dan promosi serta juga biaya pengembangan usaha, buka cabang, ATM dan lain sebagainya. Kalau cuman ada 1-2 nasabah kecil yang ingin melunasi kewajibannya lebih awal tentu tidak akan mengganggu rencana bank, tapi kalau rame-rame bank tentu jiper juga.

Kalau dari sisi nasabah mungkin seperti ini: Lha, kan saya justru lunasi lebih cepat! Enak dong banknya?
Bahwa si bank ketiban duit lebih cepat tentu betul, tapi mereka kehilangan jaminan pemasukkan di bulan berikutnya. Apakah pasti mereka dapat ganti nasabah baru?

Bagaimana dengan azas kemanusiaan! Dasar kapitalisssss!!!

ea, seperti saya sebutkan di atas, bank juga punya biaya operasional reguler yang dianggap cost dengan pengeluaran teratur. Contoh gaji karyawan, apa bisa si bank bilang ke karyawan mereka, oke hari ini karena ada banyak nasabah yang membayar lunas, bulan ini karyawan juga mendapat gaji lebih banyak, tapi …. bulan depan… ya lihat nanti-nanti yaaaak?!

Bisa? Karyawan bank pun juga punya pengeluaran tetap, ada yang sudah berkeluarga, dengan anak yang bersekolah, apakah karyawan banknya bisa nego lagi ke sekolahnya, bulan ini uang sekolah saya bayarkan lebih besar ya! tapi bulan depan… nanti diatur?! Apa bisa bayar semampunya?

Yang paling enak adalah memang cari pihak kreditan dimana nasabah bisa bayar semampunya…
Kalau nasabah sedang ada keperluan mendadak, contoh orang tua sakit keras dan butuh dana besar sehingga untuk satu dua bulan dana cicilan terpakai, bank bisa mengerti. 1-2 bulan cicilan bisa berkurang, sebaliknya jika ada dana besar secara mendadak, contoh dapat dana segar dari bonus akhir tahun, jual barang, nasabah bisa membayar cicilan lebih besar…

Flexible gitu loh! Ada nggak yah? Ada … tapi bunganya besar, tinggal ada minimum payment saja, yang nilainya sebetulnya sangat kecil.

Dari sisi nasabah, penalti pelunasan awal memang tidak masuk akal. Tapi dari sisi pemberi kredit, mereka ingin agar nasabahnya mengikuti kesepakatan awal, dengan membayar dan mencicil secara teratur sebelum jatuh tempo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *