Mengenal Tanaman Porang : Ciri-ciri, Kandungan Nutrisi, & Manfaatnya

Mengenal tanaman porang – Porang merupakan salah satu jenis tanaman umbi-umbian dengan nama latin Amorphophallus Muelleri. Tanaman satu ini dapat kita jumpai tumbuh liar di lahan hutan terbuka dengan naungan pohon-pohon besar di atasnya.

Tanaman porang mulai banyak digemari dan dibudidayakan oleh para petani di Indonesia. Faktor yang menyebabkan banyak petani beralih untuk membudidayakan tanaman porang yaitu karena tanaman ini memiliki nilai komoditas ekspor yang tinggi.

Bahkan saat ini porang asal Indonesia telah diekspor ke berbagai negara di Asia dan Australia. Diantaranya yaitu China, Taiwan, Thailand, Vietnam, Jepang, Australia, dan lain-lain.

Penyebaran Tanaman Porang

Porang awalnya ditemukan di Kepulauan Andaman, India. Kemudian menyebar ke arah timur melewati Myanmar, lalu masuk ke Thailand dan hingga akhirnya sampai di Indonesia.

Tanaman porang bisa tumbuh dimana saja, diantaranya yaitu di pinggir hutan jati, di bawah hutan bambu, tepian sungai, semak belukar, dan dibawah naungan pohon lain. Porang akan menghasilkan umbi yang berkualitas jika tumbuh di bawah naungan dengan tingkat kerapatan di antara 40-50%.

Biasanya jenis tanaman yang satu ini tumbuh subur di daerah dengan ketinggian antara 0 hingga 700 meter di atas permukaan laut dengan curah hujan sebanyak 300 hingga 500 mm per bulan dan suhu di antara 25-35 °C.

Pada suhu rendah tanaman porang akan mengalami fase dormansi atau fase istirahat. Sedangkan saat suhu panas atau di atas 35 oC, daun poran akan layu terbakar.

Selain itu, tanaman porang bisa tumbuh dengan baik pada tanah bertekstur ringan yaitu tanah yang gembur, berpasir, dan kaya unsur hara, memiliki pengairan baik, kandungan humus yang tinggi, dan memiliki pH tanah sekitar 6 – 7.

Ciri-Ciri dan Perbedaan Tanaman Porang

1. Porang atau Iles-iles (Amorphophallus muelleri)

Mari kita simak ciri-ciri morfologi dari tanaman porang berikut ini:

Batang

  • Batang porang memiliki tekstur yang licin dan tidak berduri.
  • Berwarna hijau dan dipenuhi bercak-bercak putih
  • Tingginya bisa mencapai 1.5 meter

Daun

  • Daun Porang lebih besar dan berbentuk menjari panjang-panjang
  • Daunnya berwarna hijau tua, atau hijau kebiru-biruan

Bunga

  • Bunganya berbentuk seperti terompet
  • Berwarna merah muda saat mekar
  • Mengeluarkan bau bangkai
  • Mekar selama kurang lebih 3 hari

Umbi Katak / Bubil

  • Porang memiliki bubil (umbi katak) yang muncul pada setiap pertemuan batang
  • Berbentuk bulat memanjang
  • Memiliki warna coklat kehitaman
  • Digunakan sebagai alat perkembangbiakan vegetatif

Umbi

  • Jenis umbi tunggal karena hanya ada satu umbi pada tiap batang (tidak ada anakan umbi)
  • Umbinya berwarna kuning cerah
  • Umbi porang mengandung senyawa glucomannan dan
    dapat dimakan

2. Suweg (Amorphophallus paeoniifolius)

Mari kita simak ciri-ciri morfologi dari tanaman suweg berikut ini:

Batang

  • Batang suweg berwarna hijau dengan bercak-bercak putih.
  • Dipenuhi dengan duri sehingga terasa kasar
  • Bisa mencapai ketinggian 1.5 meter

Daun

  • Suweg memiliki daun yang kecil dibandingkan dengan porang

Bunga

  • Berbentuk seperti bunga bangkai
  • Berwarna ungu tua hingga kehitaman
  • Bunganya mengeluarkan bau bangkai

Umbi Katak/Bubil

  • Suweg tidak memiliki bubil (katak di cabang tangkai daun)

Umbi

  • Umbinya berwarna putih, dengan serat berwarna merah jambu atau ungu
  • Permukaan umbi dipenuhi bintil (membentuk anakan umbi)
  • Mengandung glukomannan

3. Walur (Amorphophallus Variabilis)

Mari kita simak ciri-ciri morfologi dari tanaman walur berikut ini:

Batang

  • Memiliki tangkai yang panjang dan lurus
  • Berwarna hijau, cokelat, ungu hingga kehitaman dengan bercak-bercak berwarna hijau muda, hijau tua, hitam dan putih

Daun

  • Daun walur berbentuk memanjang dengan ujungnya yang meruncing seperti ekor

Bunga

  • Bunga berbentuk seperti segitiga yang memanjang. Puncak bunganya tidak membulat seperti iles-iles, tetapi memanjang

Umbi Katak/Bubil

  • Tidak memiliki umbi katak / bubil

Umbi

  • Umbinya berukuran kecil
  • Menghasilkan umbi anakan yang bisa dipisahkan
  • Berwarna kuning
  • Menimbulkan rasa gatal di mulut saat dimakan
  • Mengandung glucomannan

Buah

  • Buahnya terlihat seperti jagung berwarna merah jingga hingga kemerahan
  • Di dalamnya terdapat biji
  • Digunakan untuk alat perkembangbiakan secara generatif

Baca Juga: Jenis Jenis Porang dan Cara Membedakannya

Kandungan Porang | Mengenal Tanaman Porang

Mengenal Tanaman Porang

Umbi porang memiliki kandungan utama yaitu Konjac glucomannan (KGM). Selain KGM, porang juga mengandung: protein, asam amino, kalsium, fosfor, besi, zinc, mangan, tembaga, serat, dan kalori.

Sementara itu, di dalam 100 gram umbi porang terkandung nutrisi sebagai berikut:

  • Glucomannan 50 gram
  • Karbohidrat meliputi glukosa, fruktosa, sukrosa
  • Protein 1,64 gram
  • Lemak 0,0004 gram
  • Fosfor 57 mg
  • besi 4,06 mg
  • Mangan 0,2 mg
  • Tembaga 0,08 mg

Manfaat Porang | Mengenal Tanaman Porang

Saat ini Porang dijual dengan harga mahal karena memiliki banyak sekali kandungan manfaat dan kegunaan. Terlebih dari senyawa utama yang terkandung di dalamnya, yaitu karbohidrat glukomanan. Berikut ini beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari kandungan nutrisi di tanaman Porang:

Umbi porang dikenal memiliki banyak manfaat baik untuk kebutuhan pangan maupun industri. Seperti yang dijelaskan di atas, porang memiliki banyak kandungan nutrisi yang tentunya bermanfaat bagi kesehatan. Berikut ini manfaat porang untuk mengatasi berbagai macam masalah kesehatan:

  • Mengatasi sembelit
  • Menurunkan risiko kanker usus
  • Mencegah penyakit diabetes
  • Mengatasi peradangan
  • Menurunkan berat badan
  • Mencegah penyakit jantung
  • Merawat kesehatan kulit
  • Menurunkan kadar kolesterol
  • Menurunkan kadar gula dalam darah

Sementara itu, dalam bidang industri umbi porang dimanfaatkan sebagai:

  • Penjernih air
  • Bahan baku tepung
  • Bahan baku pengental ice cream
  • Pembuatan isolator listrik
  • Pembuatan komponen pesawat terbang
  • Dan lain sebagainya

Harga Jual Porang

Porang digunakan sebagai bahan baku industri. Hal inilah yang menyebabkan harga porang melambung tinggi dan banyak dicari oleh negara lain.

Umbi porang yang baru saja dipanen atau yang masih basah biasanya dibanderol dengan harga Rp 9.000 – Rp 10.000 setiap kilonya.

Namun, harganya akan naik bila umbi porang telah diolah dan dikeringkan terlebih dahulu sebelum dipasarkan. Harga porang kering di pasar ekspor bahkan bisa mencapai angka Rp. 200.000 – Rp. 300.000 per kilonya.

Dalam 1 hektar lahan, petani dapat menghasilkan sekitar 24 ton umbi porang. Tentu ini bisa menjadi bisnis yang menjanjikan.

Indonesia merupakan negara penghasil porang terbesar di dunia saat ini. Banyak negara yang mempercayakan Indonesia sebagai negara eksportir porng mereka. Apakah Anda tertarik agrobisnis dengan budidaya porang? Mungkin Anda akan menjadi miliarder dalam waktu singkat.

Untuk informasi menarik lainnya, Anda dapat mengunjungi website kami hanya di Timothy Blog.